Terdapatbanyak hadits tentang akhlak mulia yang diriwayatkan oleh para sahabat Rasulullah แนขallallฤhu 'Alaihi Wa Sallam. Berikut ini adalah daftar hadits tentang akhlak mulia yang terdapat di dalam Arba'in Nawawi: 1. Hadits Tentang Memakan Makanan Yang Halal (Hadits Kesepuluh) Di antara hadits tentang akhlak mulia yang terdapat di dalam
Nabishallallahu 'alaihi wa sallam menjawab: "(Iman itu adalah) Engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya dan hari akhir serta engkau beriman kepada takdir baik dan buruk. " Ia berkata: 'Engkau benar.' Kemudian laki-laki tersebut bertanya lagi: 'Jelaskan kepadaku tentang ihsan?'
DalamFathul Bari, Imam Ahmad meriwayatkan dari Ibnu Mas'ud, bahwa dialah yang bertanya. Rasulullah saw menjawab: ุงูููุฐูู ูุง ููุฃู
ูู ุฌูุงุฑููู ุจูููุงุฆููููู. Dari hadits di atas dapat diambil pelajaran tentang pentingnya hak tetangga. Sehingga Rasulullah saw. harus bersumpah tiga kali, menafikan iman orang yang
Paraulama mengatakan, "Seandainya Allah membebani suatu amalan tanpa niat, maka itu sama halnya membebani sesuatu yang tidak dimampui.". 3- " Setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan ", maksud hadits ini adalah setiap orang akan memperoleh pahala yang ia niatkan. Coba perhatikan dua hadits berikut ini.
HaditsArbain Ke-2 tentang Rukun Iman, Islam dan Ihsan serta tanda-tanda akan datangnya Kiamat Dari Umar rodhiyallohu'anhu juga, beliau berkata: Pada suatu hari ketika kami duduk di dekat Rosululloh shollallohu 'alaihi wasallam, tiba-tiba muncul seorang laki-laki yang berpakaian sangat putih dan rambutnya sangat hitam. Pada dirinya tidak tampak bekas dari perjalanan jauh dan tidak ada
Vay Tiแปn Nhanh Chแป Cแบงn Cmnd. Hadits ke 2 Rukun Islam, Iman, dan Ihsan ุนููู ุนูู
ูุฑู ุฑุถู ุงููู ุนูู ุฃููุถุงู ููุงูู ุจูููููู
ูุง ููุญููู ุฌูููููุณู ุนูููุฏู ุฑูุณููููู ุงูููู ุตูู ุงููู ุนููู ู ุณููู
ุฐูุงุชู ููููู
ู ุฅูุฐู ุทูููุนู ุนูููููููุง ุฑูุฌููู ุดูุฏูููุฏู ุจูููุงุถู ุงูุซููููุงุจู ุดูุฏูููุฏู ุณูููุงุฏู ุงูุดููุนูุฑู ูุงู ููุฑูู ุนููููููู ุฃูุซูุฑู ุงูุณููููุฑู ูููุงู ููุนูุฑููููู ู
ููููุง ุฃูุญูุฏู ุญูุชููู ุฌูููุณู ุฅูููู ุงููููุจูููู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู
ููุฃูุณูููุฏู ุฑูููุจูุชููููู ุฅูููู ุฑูููุจูุชููููู ููููุถูุนู ููููููููู ุนูููู ููุฎูุฐููููู ููููุงูู ููุง ู
ูุญูู
ููุฏู ุฃูุฎูุจูุฑูููู ุนููู ุงูุฅูุณููุงูู
ุ ููููุงูู ุฑูุณูููู ุงูููู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู
ุงูุฅูุณููุงูู
ู ุฃููู ุชูุดูููุฏู ุฃููู ูุงู ุฅููููู ุฅููุงูู ุงูููู ููุฃูููู ู
ูุญูู
ููุฏูุงู ุฑูุณููููู ุงููููุ ููุชูููููู
ู ุงูุตูููุงูุฉูุ ููุชูุคูุชููู ุงูุฒููููุงุฉูุ ููุชูุตูููู
ู ุฑูู
ูุถูุงููุ ููุชูุญูุฌูู ุงูุจููุชู ุฅููู ุงูุณูุชูุทูุนุชู ุฅูููููู ุณูุจููููุงู. ููุงูู ุตูุฏูููุชู. ููุนูุฌูุจูููุง ูููู ููุณูุฃููููู ููููุตูุฏููููููุ ููุงูู ููุฃูุฎูุจูุฑููููู ุนููู ุงูุฅูููู
ูุงููุ ููุงูู ุฃููู ุชูุคูู
ููู ุจูุงููููุ ููู
ููุงุฆูููุชูููุ ููููุชูุจููู ููุฑูุณูููููุ ููุงููููููู
ู ุงูุขูุฎูุฑูุ ููุชูุคูู
ููู ุจูุงูููุฏูุฑู ุฎูููุฑููู ููุดูุฑูููู ููุงูู ุตูุฏูููุชูุ ููุงูู ููุฃูุฎูุจูุฑููููู ุนููู ุงูุฅูุญูุณูุงููุ ููุงูู ุฃููู ุชูุนูุจูุฏู ุงูููู ููุฃูููููู ุชูุฑูุงููุ ููุฅููู ููู
ู ุชููููู ุชูุฑูุงูู ููุฅูููููู ููุฑูุงูู ููุงูู ููุฃูุฎูุจูุฑูููู ุนููู ุงูุณููุงุนูุฉูุ ููุงูู ู
ูุง ุงููู
ูุณุฆููููู ุนูููููุง ุจูุฃูุนูููู
ู ู
ููู ุงูุณููุงุฆููู ููุงูู ููุฃูุฎูุจูุฑููููู ุนููู ุฃูู
ูุงุฑูุงุชูููุงุ ููุงูู ุฃููู ุชูููุฏู ุงูุฃูู
ูุฉู ุฑูุจููุชูููุงุ ููุฃููู ุชูุฑูู ุงููุญูููุงุฉู ุงููุนูุฑูุงุฉู ุงููุนูุงููุฉู ุฑูุนูุงุกู ุงูุดููุงุกู ููุชูุทูุงูููููููู ููู ุงูุจูููููุงูู ุซูู
ูู ุงููุทููููู ููููุจูุซูุชู ู
ููููููุงู ุซูู
ูู ููุงูู ููุง ุนูู
ูุฑู ุฃุชูุฏูุฑูู ู
ููู ุงูุณููุงุฆูููุ ููููุชู ุงูููู ููุฑูุณููููููู ุฃูุนูููู
ูุ ููุงูู ููุฅูููููู ุฌูุจูุฑููููู ุฃูุชูุงููู
ู ููุนููููู
ูููู
ู ุฏูููููููู
ู. ุฑูููุงูู ู
ูุณูููู
ู. Dari Umar radhiyallahu anhu pula dia berkata; pada suatu hari ketika kami sedang duduk-duduk bersama Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, tiba-tiba datang seorang laki-laki berpakaian sangat putih, dan rambutnya sangat hitam, tidak terlihat padanya tanda-tanda bekas perjalanan, dan tidak seorang pun dari kami yang mengenalnya, kemudian ia duduk di hadapan Nabi shallallahu alaihi wa sallam dan mendekatkan lututnya lalu meletakkan kedua tangannya di atas pahanya, seraya berkata Wahai Muhammad jelaskan kepadaku tentang Islam?โ Nabi shallallahu alaihi wa sallam menjawab โIslam itu adalah engkau bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan-Nya, engkau menegakkan shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan dan haji ke Baitullah Al Haram jika engkau mampu mengadakan perjalanan ke sana.โ Laki-laki tersebut berkata Engkau benar.โ Maka kami pun terheran-heran padanya, dia yang bertanya dan dia sendiri yang membenarkan jawabannya. Dia berkata lagi โJelaskan kepadaku tentang iman?โ Nabi shallallahu alaihi wa sallam menjawab โIman itu adalah Engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya dan hari akhir serta engkau beriman kepada takdir baik dan buruk.โ Ia berkata Engkau benar.โ Kemudian laki-laki tersebut bertanya lagi Jelaskan kepadaku tentang ihsan?โ Beliau shallallahu alaihi wa sallam bersabda โIhsan adalah Engkau beribadah kepada Allah seolah-olah engkau melihat-Nya. Kalaupun engkau tidak bisa melihat-Nya, sungguh Diamelihatmu.โ Dia berkata โBeritahu kepadaku kapan terjadinya kiamat?โ Nabi shallallahu alaihi wa sallam menjawab โTidaklah orang yang ditanya lebih mengetahui dari yang bertanya.โ Ia berkata โJelaskan kepadaku tanda-tandanya!โ Nabi shallallahu alaihi wa sallam berkata โJika seorang budak wanita melahirkan tuannya dan jika engkau mendapati penggembala kambing yang tidak beralas kaki dan tidak pakaian saling berlomba dalam meninggikan bangunan.โ Umar radhiyallahu anhu berkata Kemudian laki-laki itu pergi, aku pun terdiam sejenak.โ Maka Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bertanya kepadaku โWahai Umar, tahukah engkau siapa orang tadi?โ Aku pun menjawab โAllah dan Rasul-Nya lebih tahu.โ Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda โDia adalah Jibril yang datang untuk mengajarkan agama ini kepada kalian.โ HR Muslim[1] [1] Diriwayatkan oleh Muslim 8. Beritahu yang lain
Kali ini kita melanjutkan lagi pembahasan hadits Jibril, hadits kedua dari Hadits Arbain An-Nawawiyah karya Imam Nawawi rahimahullah. Sebelumnya yang dikali adalah perihal rukum Islam. Kali ini yang dikaji adalah perihal rukun iman. Lanjutan dari hadits Umar bin Al-Khathab radhiyallahu anhu, ูููุงููู ููุง ู
ูุญูู
ููุฏู ุฃูุฎูุจูุฑูููู ุนููู ุงูุฅูุณููุงูู
ู ุ ููููุงูู ุฑูุณููููู ุงูููู ุตููููู ุงูููู ุนููููููู ููุณููููู
ู ุงูุฅูุณูููุงู
ู ุฃููู ุชูุดูููุฏู ุฃููู ูุงู ุฅููููู ุฅููุงูู ุงูููู ููุฃูููู ู
ูุญูู
ููุฏูุง ุฑูุณููููู ุงูููู ุ ููุชูููููู
ู ุงูุตูููุงูุฉู ุ ููุชูุคูุชููู ุงูุฒููููุงุฉู ุ ููุชูุตูููู
ู ุฑูู
ูุถูุงูู ุ ููุชูุญูุฌูู ุงูุจูููุชู ุฅููู ุงุณูุชูุทูุนูุชู ุฅููููููู ุณูุจููููุงู . Selanjutnya ia berkata, โHai Muhammad, beritahukan kepadaku tentang Islam.โ Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menjawab, โIslam itu engkau bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah dan sesungguhnya Muhammad itu utusan Allah, engkau mendirikan shalat, mengeluarkan zakat, berpuasa pada bulan Ramadhan dan mengerjakan ibadah haji ke Baitullah jika engkau mampu melakukannya.โ ููุงูู ุตูุฏูููุชู ููุนูุฌูุจูููุง ูููู ููุณูุฃููููู ููููุตูุฏูููููู ููุงูู ููุฃูุฎูุจูุฑูููู ุนููู ุงูุฅูููู
ูุงูู ููุงูู ุฃููู ุชูุคูู
ููู ุจูุงูููู ููู
ููุงูุฆูููุชููู ููููุชูุจููู ููุฑูุณููููู ููุงูููููู
ู ุงูุขุฎูุฑู ููุชูุคูู
ููู ุจูุงูููุฏูุฑู ุฎูููุฑููู ููุดูุฑูููู Orang itu berkata, โEngkau benar.โ Kami pun heran, ia bertanya lalu membenarkannya. Orang itu berkata lagi, โBeritahukan kepadaku tentang Iman.โ Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menjawab, โEngkau beriman kepada Allah, kepada para Malaikat-Nya, Kitab-kitab-Nya, kepada para rasul-Nya, kepada hari Kiamat dan kepada takdir yang baik maupun yang buruk.โ Orang tadi berkata, โEngkau benar.โ HR. Muslim, no. 8 Pelajaran Bagian Kedua dari Hadits 02 Hadits ini menunjukkan keutamaan Islam. Dan sepatutnya apa yang pertama kali ditanyakan oleh seseorang adalah tentang Islam. Oleh karena itu, ketika Nabi shallallahu alaihi wa sallam hendak mengirim para utusan untuk berdakwah kepada Allah, beliau memerintahkan mereka untuk memulai dakwah tersebut dengan persaksian โLaa ilaha illallah wa anna Muhammadar Rasulullahโ, tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah. Rukun Islam itu ada lima sebagaimana disebutkan dalam hadits ini, dan dikuatkan pula dengan hadits Ibnu Umar radhiyallahu anhuma pada hadits nomor ketiga dari kumpulan hadits Al-Arbaโin An-Nawawiyah. Keutamaan shalat, dan bahwa shalat didahulukan sebelum rukun-rukun lainnya setelah dua kalimat syahadat syahadatain. Anjuran untuk mendirikan shalat dan melaksanakannya istiqamah terus menerus, dan shalat termasuk salah satu rukun Islam. Menunaikan zakat, berpuasa Ramadhan dan melaksanakan ibadah haji ke Baitullah termasuk rukun Islam. Perpindahan dari perkara lebih rendah ke perkara yang lebih tinggi yaitu dari Islam ke Iman. Semua orang bisa berislam dengan melakukan amalan lahiriyah sebagaimana yang disebutkan dalam ayat yang artinya, โOrang-orang Arab Badui itu berkata, Kami telah beriman.โ Katakanlah kepada mereka, Kamu belum beriman, tetapi katakanlah Kami telah tunduk berislam.โโ QS. Al-Hujurat 14. Adapun iman adalah perkara batin dalam hati. Islam dan Iman masuk dalam istilah para ulama, โIdzajtamaโa iftaroqo, wa idza iftaraqa ijtamaโaโ, jika kedua kata tersebut disebutkan berbarengan, maknanya berbeda; namun jika kedua tersebut disebutkan secara terpisah, maka maknanya sama. Jika Islam dan Iman disebutkan bersamaan, maka yang dimaksud Islam adalah amalan lahiriyah sedangkan Iman adalah amalan batin berupa keyakinan-keyakinan hati. Rukun iman itu ada enam. Keenam rukun iman ini jika dijalankan dengan benar, maka akan mewariskan kepada pemiliknya kekuatan untuk memohon dalam melaksanakan ketaatan dan rasa takut kepada Allah. Barangsiapa mengingkari salah satu dari rukun iman, ia telah kafir, karena ia telah mendustakan apa yang telah dikabarkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Kita harus menetapkan adanya malaikat dan wajibnya beriman kepada para malaikat. Malaikat itu berbentuk jasad. Contohnya saja malaikat Jibril dalam wujud aslinya memiliki 600 sayap yang menutupi ufuk. Keliru jika mengatakan bahwa malaikat hanya berupa ruh saja, tidak memiliki jasad. Keliru juga jika mengatakan bahwa malaikat adalah kiasan untuk kekuatan kebaikan yang ada dalam diri manusia, sedangkan setan adalah kiasan untuk kekuatan kejahatan. Kita harus beriman kepada seluruh Rasul. Jika seseorang beriman kepada Rasulnya saja dan mengingkari Rasul selainnya, maka berarti ia belum beriman kepada Rasulnya, bahkan dia termasuk orang kafir. Kita harus beriman pada hari Akhir yang disebut hari kiamat, di mana manusia dibangkitkan dari kubur mereka untuk dilakukannya hisab perhitungan dan diberi balasan, yang berakhir dengan tinggalnya penduduk surga di tempat mereka dan juga penduduk neraka di tempatnya. Wajib kita beriman pada takdir yang baik dan yang buruk. Takdir itu tidak berisi sesuatu yang buruk, yang buruk hanya pada yang telah ditakdirkan maqdur. Penjelasan hal ini adalah bahwa perkara takdir yang berkaitan dengan perbuatan Allah seluruhnya baik. Mengapa Allah menakdirkan kejelekan? Karena ada hikmah di balik itu seperti 1 agar kebaikan dapat dikenal; 2 supaya manusia menyandarkan diri pada Allah; 3 supaya manusia bertaubat kepada-Nya setelah ia berbuat dosa; 4 banyak meminta perlindungan kepada Allah dari keburukan dengan berdzikir dan berdoa; 5 ada maslahat besar di balik kesulitan atau musibah yang menimpa. Keburukan disandarkan pada makhluk, bukan disandarkan pada Allah. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, โKejelekan tidaklah disandarkan kepada-Mu.โ HR. Muslim Kita tidak boleh menjadikan qadha dan qadar Allah sebagai alasan untuk meninggalkan perintah dan melakukan larangan-Nya. Allah telah memiliki hujjah atas kita melalui kitab-kitab yang diturunkan dan rasul yang diutusnya. Dalam ayat disebutkan yang artiya, โAllah tidak ditanya tentang apa yang diperbuat-Nya dan merekalah yang akan ditanyai.โ QS. Al-Anbiyaโ 23 Allah tidaklah memaksa seorang pun untuk mengerjakan kemaksiatan atau meninggalkan ketaatan, manusia tetap punya pilihan. Ada dua macam iradah kehendak, yaitu iradah kauniyyah dan iradah syarโiyyah. Iradah kauniyyah adalah iradah yang semakna dengan masyiah kehendak yang pasti terjadi. Iradah syarโiyyah adalah iradah yang semakna dengan mahabbah kecintaan. Iradah kauniyyah itu pasti terjadi namun belum tentu Allah cintai. Sedangkan iradah syariโiyah itu kehendak Allah yang Dia cintai tetapi tidak mesti terjadi. Contoh, berimannya Abu Bakar Ash-Shiddiq terdapat di dalamnya iradah kauniyyah karena hal itu terjadi dan terdapat pula iradah syarโiyah karena beriman itu dicintai Allah. Sedangkan kafirnya Firโaun terjadi secara iradah kauniyyah, namun tidak dicintai oleh Allah. Semoga bermanfaat. Bersambung insya Allah pada rincian rukun Iman. Referensi Syarh Al-Arbaโin An-Nawawiyah. Cetakan ketiga, Tahun 1425 H. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin. Penerbit Dar Ats-Tsuraya. Syarh Lumโah Al-Iโtiqad. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin. Penerbit Dar Al-Kutub Al-Ilmiyyah. โ Disusun di Pesantren Darush Sholihin, Jumat siang, 14 Shafar 1439 H Oleh Muhammad Abduh Tuasikal Artikel
Hadits Ke-2 dalam Hadits Arbain An-Nawawi menyangkut Islam, iman, dan ihsan. Hadits ini menyangkut tingkatan agama di mana Jibril As datang kepada Rasulullah SAW yang duduk di antara para sahabat dan mengajarkan tentang agama. Berikut bunyi hadits tersebut ุนููู ุนูู
ูุฑู ุฑูุถููู ุงูููู ุนููููู ุฃูููุถุงู ููุงูู ุจูููููู
ูุง ููุญููู ุนูููุฏู ุฑูุณูููู ุงูููู ๏ทบ ุฐูุงุชู ููููู
ูุ ุฅูุฐู ุทูููุนู ุนููููููุงู ุฑูุฌููู ุดูุฏูููุฏู ุจูููุงุถู ุงูุซููููุงุจูุ ุดูุฏูููุฏู ุณูููุงุฏู ุงูุดููุนูุฑูุ ูุงู ููุฑูู ุนูููููู ุฃูุซูุฑู ุงูุณููููุฑูุ ูููุงู ููุนูุฑููููู ู
ููููุง ุฃูุญูุฏู ุญูุชููู ุฌูููุณู ุฅููู ุงููููุจูููู ๏ทบ ููุฃูุณูููุฏู ุฑูููุจูุชููููู ุฅููู ุฑูููุจูุชููููู ููููุถูุนู ููููููููู ุนูููู ููุฎูุฐููููู ููููุงูู ููุง ู
ูุญูู
ููุฏู ุฃูุฎูุจูุฑูููู ุนููู ุงูุฅูุณููุงูู
ู! ููููุงูู ุฑูุณูููู ุงูููู ๏ทบ ุงูุฅูุณููุงูู
ู ุฃููู ุชูุดูููุฏู ุฃููู ูุงู ุฅูููู ุฅููุงูู ุงูููู ููุฃูููู ู
ูุญูู
ููุฏุงู ุฑูุณูููู ุงููููุ ููุชูููููู
ู ุงูุตูููุงูุฉูุ ููุชูุคูุชููู ุงูุฒููููุงุฉูุ ููุชูุตูููู
ู ุฑูู
ูุถูุงููุ ููุชูุญูุฌูู ุงูุจูููุชู ุฅููู ุงุณูุชูุทูุนูุชู ุฅููููููู ุณูุจููููุงูยป ููุงูู ุตูุฏูููุชู. ููุนุฌูุจูููุง ูููู ููุณูุฃููููู ููููุตูุฏููููููุ ููุงูู ููุฃูุฎูุจูุฑูููู ุนููู ุงูุฅูููู
ูุงูู! ููุงูู ุฃููู ุชูุคูู
ููู ุจูุงููููุ ููู
ููุงูุฆูููุชูููุ ููููุชูุจูููุ ููุฑูุณูููููุ ููุงูููููู
ู ุงูุขุฎูุฑูุ ููุชูุคูู
ููู ุจูุงูููุฏูุฑู ุฎูููุฑููู ููุดูุฑููููยป ููุงูู ุตูุฏูููุชูุ ููุงูู ููุฃูุฎูุจูุฑูููู ุนููู ุงูุฅูุญูุณูุงูู! ููุงูู ุฃููู ุชูุนูุจูุฏู ุงูููู ููุฃูููููู ุชูุฑูุงููุ ููุฅููู ููู
ู ุชููููู ุชูุฑูุงูู ููุฅูููููู ููุฑูุงููยป ููุงูู ููุฃูุฎูุจูุฑูููู ุนููู ุงูุณููุงุนูุฉู! ููุงูู ู
ูุง ุงููู
ูุณูุคููููู ุนูููููุง ุจูุฃูุนูููู
ู ู
ููู ุงูุณููุงุฆูููยป ููุงูู ููุฃุฎูุจูุฑูููู ุนููู ุฃูู
ูุงุฑูุงุชููุง! ููุงูู ุฃููู ุชูููุฏู ุงูุฃูู
ูุฉู ุฑูุจููุชูููุงุ ููุฃููู ุชูุฑูู ุงูุญูููุงุฉู ุงูุนูุฑูุงุฉู ุงูุนูุงููุฉู ุฑูุนูุงุกู ุงูุดููุงุกู ููุชูุทูุงูููููููู ููู ุงูุจูููููุงููยป ุซูู
ูู ุงููุทููููู ููููุจูุซูุชู ู
ููููููุงุ ุซูู
ูู ููุงูู ููุง ุนูู
ูุฑู! ุฃูุชูุฏูุฑูู ู
ููู ุงูุณููุงุฆูููุยป ููููุชู ุงูููู ููุฑูุณููููููู ุฃูุนูููู
ูุ ููุงูู ููุฅูููููู ุฌูุจูุฑููููู ุฃูุชูุงููู
ู ููุนููููู
ูููู
ู ุฏูููููููู
ูยป ุฑูููุงูู ู
ูุณูููู
ู. Artinya Dari Umar Radhiyallahu Anhu juga, ia berkata pada suatu hari kami berada di sisi Rasulullah SAW, tiba-tiba datang kepada kami seseorang yang sangat putih pakaiannya, sangat hitam rambutnya, tidak nampak kalau sedang bepergian, dan tidak ada seorang pun dari kami yang mengenalnya. Baca Juga 42 Hadits Arbain An-Nawawi dan Penjelasannya Kemudian dia duduk menghadap Nabi SAW, lalu menyandarkan lututnya kepada lutut beliau, dan meletakkan kedua telapak tangannya di atas paha beliau. Dia bertanya, โYa Muhammad! Kabarkan kepadaku tentang Islam.โ Maka, Rasulullah SAW bersabda, โIslam adalah Anda bersyahadat lรข ilรขha illรขllรขh dan Muhammadur Rasรปlรปllรขh, menegakkan shalat, menunaikan zakat, berpuasa Ramadhan, dan berhaji ke Baitullah jika Anda mampu menempuh jalannya.โ Lelaki itu berkata, โEngkau benar.โ Kami heran terhadapnya, dia yang bertanya sekaligus membenarkannya. Lelaki itu bekata lagi, โKabarkanlah kepadaku tentang iman!โ Beliau Nabi SAW menjawab, โAnda beriman kepada Allah, para Malaikat-Nya, Kitab-Kitab-Nya, para Rasul-Nya, hari akhir, dan Anda beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk.โ Lelaki itu menjawab, โEngkau benar.โ Dia bekata lagi, โKabarkan kepadaku tentang ihsan!โ Beliau Nabi SAW menjawab, โAnda menyembah Allah seolah-olah melihatnya. Jika Anda tidak bisa melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihat Anda.โ Dia berkata lagi, โKabarkan kepadaku tentang hari Kiamat!โ Beliau menjawab, โTidaklah yang ditanya lebih tahu daripada yang bertanya.โ Dia berkata lagi, โKabarkan kepadaku tentang tanda-tandanya.โ Beliau Nabi SAW menjawab, โJika seorang budak wanita melahirkan majikannya, dan jika Anda melihat orang yang tidak beralas kaki, tidak berpakaian, miskin, dan penggembala kambing saling bermegah-megahan meninggikan bangunan.โ Kemudian lelaki itu pergi. Aku diam sejenak lalu beliau bersabda, โHai Umar! Tahukah kamu siapa yang bertanya itu?โ Aku menjawab, โAllah dan Rasul-Nya lebih tahu.โ Beliau bersabda, โSesungguhnya dia Jibril yang datang kepada kalian untuk mengajarkan agama kalian.โ HR Muslim no 8 Dalam Syarah An-Nawawi, Imam Ibnu Daqiq berkata, hadits agung ini mencakup semua tugas amalan zahir dan batin. Hadits ini mengangkut ilmu syariat yang bercabang darinya karena berisikan ilmu sunnah atau sebagai induk sunnah. Syaikh bnu Utsaimin menyebutkan banyak 30 faidah yang bisa dipetik dari hadits ini. Yang utama adalah bahwa Islam memiliki lima rukun dan iman mencakup enam rukun. Islam adalah amalan-amalan anggota badan dan iman sebagai amalan-amalan hati. Sedangkan penjelasan tentang ihsan yaitu manusia beribadah kepada Tuhannya dengan ibadah yang mengharapkan dan menginginkan Wajah Allah, seolah-olah ia melihatnya, sehingga ia ingin sampai kepada-Nya. Jika ia tidak sampai pada tingkatan tersebut, maka kepada derajat kedua yaitu beribadah kepada Allah karena takut dan menghindari siksa-Nya. Mengenai Hari Kiamat merupakan ilmu yang tersembunyi sehingga barang siapa yang mengklaim mengetahuinya, maka ia berdusta. Hari Kiamat hanya memiliki tanda-tanda. Pertama yang sudah berlalu, kedua muncul dalam bentuk baru, dan ketiga tidak datang persis menjelang Hari Kiamat. Yang ketiga adalah tanda-tanda terbesar seperti turunnya Isa putra Maryam, Dajjal, Yaโjuj dan Maโjuj, dan terbitnya matahari di tempat terbenamnya. Aza
Kajian Arbain An Nawawi Hadist ke-02 Islam, Iman dan Ihsan ุนููู ุนูู
ูุฑู ุฑูุถููู ุงูููู ุนููููู ุฃูููุถุงู ููุงูู ุจูููููู
ูุง ููุญููู ุฌูููููุณู ุนูููุฏู ุฑูุณููููู ุงูููู ุตููููู ุงูููู ุนููููููู ููุณููููู
ู ุฐูุงุชู ููููู
ู ุฅูุฐู ุทูููุนู ุนูููููููุง ุฑูุฌููู ุดูุฏูููุฏู ุจูููุงุถู ุงูุซููููุงุจู ุดูุฏูููุฏู ุณูููุงุฏู ุงูุดููุนูุฑูุ ูุงู ููุฑูู ุนููููููู ุฃูุซูุฑู ุงูุณููููุฑูุ ูููุงู ููุนูุฑููููู ู
ููููุง ุฃูุญูุฏูุ ุญูุชููู ุฌูููุณู ุฅูููู ุงููููุจูููู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู
ููุฃูุณูููุฏู ุฑูููุจูุชููููู ุฅูููู ุฑูููุจูุชููููู ููููุถูุนู ููููููููู ุนูููู ููุฎูุฐููููู ููููุงูู ููุง ู
ูุญูู
ููุฏ ุฃูุฎูุจูุฑูููู ุนููู ุงููุฅูุณููุงูู
ูุ ููููุงูู ุฑูุณููููู ุงูููู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู
ุงููุฅูุณููุงูู
ู ุฃููู ุชูุดูููุฏู ุฃููู ูุงู ุฅููููู ุฅููุงูู ุงูููู ููุฃูููู ู
ูุญูู
ููุฏูุง ุฑูุณููููู ุงูููู ููุชูููููู
ู ุงูุตูููุงูุฉู ููุชูุคูุชููู ุงูุฒูููุงูุฉู ููุชูุตูููู
ู ุฑูู
ูุถูุงูู ููุชูุญูุฌูู ุงููุจูููุชู ุฅููู ุงุณูุชูุทูุนูุชู ุฅููููููู ุณูุจููููุงู ููุงูู ุตูุฏูููุชูุ ููุนูุฌูุจูููุง ูููู ููุณูุฃููููู ููููุตูุฏููููููุ ููุงูู ููุฃูุฎูุจูุฑูููู ุนููู ุงููุฅูููู
ูุงูู ููุงูู ุฃููู ุชูุคูู
ููู ุจูุงูููู ููู
ููุงูุฆูููุชููู ููููุชูุจููู ููุฑูุณููููู ููุงููููููู
ู ุงูุขุฎูุฑู ููุชูุคูู
ููู ุจูุงููููุฏูุฑู ุฎูููุฑููู ููุดูุฑูููู. ููุงูู ุตูุฏูููุชูุ ููุงูู ููุฃูุฎูุจูุฑูููู ุนููู ุงููุฅูุญูุณูุงููุ ููุงูู ุฃููู ุชูุนูุจูุฏู ุงูููู ููุฃูููููู ุชูุฑูุงูู ููุฅููู ููู
ู ุชููููู ุชูุฑูุงูู ููุฅูููููู ููุฑูุงูู . ููุงูู ููุฃูุฎูุจูุฑูููู ุนููู ุงูุณููุงุนูุฉูุ ููุงูู ู
ูุง ุงููู
ูุณูุคููููู ุนูููููุง ุจูุฃูุนูููู
ู ู
ููู ุงูุณููุงุฆููู. ููุงูู ููุฃูุฎูุจูุฑูููู ุนููู ุฃูู
ูุงุฑูุงุชูููุงุ ููุงูู ุฃููู ุชูููุฏู ุงููุฃูู
ูุฉู ุฑูุจููุชูููุง ููุฃููู ุชูุฑูู ุงููุญูููุงุฉู ุงููุนูุฑูุงุฉู ุงููุนูุงููุฉู ุฑูุนูุงุกู ุงูุดููุงุกู ููุชูุทูุงูููููููู ููู ุงููุจูููููุงููุ ุซูู
ูู ุงููุทููููู ููููุจูุซูุชู ู
ููููููุงุ ุซูู
ูู ููุงูู ููุง ุนูู
ูุฑู ุฃูุชูุฏูุฑูู ู
ููู ุงูุณููุงุฆููู ุ ููููุชู ุงูููู ููุฑูุณููููููู ุฃูุนูููู
ู . ููุงูู ููุฅูููููู ุฌูุจูุฑููููู ุฃูุชููุงููู
ู ููุนููููู
ูููู
ู ุฏูููููููู
ู Dari Umar radhiallahuanhu juga dia berkata Ketika kami duduk-duduk disisi Rasulullah Shallallahuโalaihi wasallam suatu hari tiba-tiba datanglah seorang laki-laki yang mengenakan baju yang sangat putih dan berambut sangat hitam, tidak tampak padanya bekas-bekas perjalanan jauh dan tidak ada seorangpun diantara kami yang mengenalnya. Hingga kemudian dia duduk dihadapan Nabi lalu menempelkan kedua lututnya kepada kepada lututnya Rasulullah Shallallahuโalaihi wasallam seraya berkata โ Ya Muhammad, beritahukan aku tentang Islam ?โ, maka bersabdalah Rasulullah Shallallahuโalaihi wasallam โ Islam adalah engkau bersaksi bahwa tidak ada Ilah Tuhan yang disembah selain Allah, dan bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah, engkau mendirikan shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan dan pergi haji jika mampu โ, kemudian dia berkata โ anda benar โ. Kami semua heran, dia yang bertanya dia pula yang membenarkan. Kemudian dia bertanya lagi โ Beritahukan aku tentang Iman โ. Lalu beliau bersabda โ Engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya dan hari akhir dan engkau beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk โ, kemudian dia berkata โ anda benarโ. Kemudian dia berkata lagi โ Beritahukan aku tentang ihsan โ. Lalu beliau bersabda โ Ihsan adalah engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihatnya, jika engkau tidak melihatnya maka Dia melihat engkauโ . Kemudian dia berkata โ Beritahukan aku tentang hari kiamat kapan kejadiannyaโ. Beliau bersabda โ Yang ditanya tidak lebih tahu dari yang bertanya โ. Dia berkata โ Beritahukan aku tentang tanda-tandanya โ, beliau bersabda โ Jika seorang hamba melahirkan tuannya dan jika engkau melihat seorang bertelanjang kaki dan dada, miskin dan penggembala domba, kemudian berlomba-lomba meninggikan bangunannya โ, kemudian orang itu berlalu dan aku berdiam sebentar. Kemudian beliau Rasulullah bertanya โ Tahukah engkau siapa yang bertanya ?โ. aku berkata โ Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui โ. Beliau bersabda โ Dia adalah Jibril yang datang kepada kalian bermaksud mengajarkan agama kalianโ [HR Muslim, no. 8] Faidah Disunnahkan untuk memperhatikan kondisi pakaian, penampilan dan kebersihan, khususnya jika menghadapi ulama, orang-orang mulia dan penguasa. Siapa yang menghadiri majlis ilmu dan menangkap bahwa orangโorang yang hadir butuh untuk mengetahui suatu masalah dan tidak ada seorangpun yang bertanya, maka wajib baginya bertanya tentang hal tersebut meskipun dia mengetahuinya agar peserta yang hadir dapat mengambil manfaat darinya. Jika seseorang yang ditanya tentang sesuatu maka tidak ada cela baginya untuk berkata โSaya tidak tahuโ, dan hal tersebut tidak mengurangi kedudukannya. Kemungkinan malaikat tampil dalam wujud manusia. Termasuk tanda hari kiamat adalah banyaknya pembangkangan terhadap kedua orang tua. Sehingga anak-anak memperlakukan kedua orang tuanya sebagaimana seorang tuan memperlakukan hambanya. Tidak disukainya mendirikan bangunan yang tinggi dan membaguskannya sepanjang tidak ada kebutuhan. Didalamnya terdapat dalil bahwa perkara ghaib tidak ada yang mengetahuinya selain Allah taโala. Didalamnya terdapat keterangan tentang adab dan cara duduk dalam majlis ilmu. Hadits ini disebut Ummu As-Sunnah, induknya Islam sebagaimana kata Imam Al-Qurthubi. Islam dan iman itu berbeda. Ini masuk dalam kaedah idza ijtamaโa iftaroqo, wa idza iftaroqo ijtamaโa, jika disebut bersamaan maksudnya berbeda, jika disebut berbeda tempat, maka maksudnya sama. Yang dimaksud Islam adalah amalan lahiriyah, sedangkan Iman adalah amalan batin. Tingkatan paling tinggi seorang hamba berinteraksi dengan Allah disebut Ihsan. Ihsan ada dua tingkatan a tingkatan thalab berharap, yaitu engkau beribadah kepada Allah, seakan-akan engkau melihat-Nya; b tingkatan harb takut, yaitu ingatlah Allah melihatmu. Tingkatan thalab lebih tinggi dari tingkatan harb. Yang rugi adalah jika tingkatan thalab dan harb tidak bisa dicapai. Malaikat bisa berada dalam bentuk manusia. Hendaklah berakhlak yang baik ketika berada di hadapan guru yang mengajarkan ilmu. Kiamat punya tanda-tanda dan yang mengetahui kapan datangnya kiamat hanyalah Allah. Di antara maksud seorang budak melahirkan majikannya adalah banyaknya bentuk kedurhakaan anak pada orang tuanya, sampai-sampai anak memperlakukan ibunya layaknya pembantu. Sekarang ini sudah bisa kita saksikan, dan banyak terjadi. Karenanya hati-hatilah kita jangan sampai kita menjadi bagian dari tanda-tanda kiamat. Materi Kajian Arbain An-Nawawi Pemateri Ustadz Al-Fiqhy, Lc. Tempat Masjid Besar Kaum Ujung Berung Bandung Waktu 09 November 2019 Raih pahala amal jariyah dengan cara membagikan share konten ini kepada yang lainnya. Nabi Shalallahu Alaihi Wa Sallam bersabda ู
ู ุฏูููู ุนูู ุฎูุฑู ููู ู
ุซูู ุฃุฌุฑู ูุงุนููู "Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya.โ HR. Muslim no. 1893
Ilustrasi Dalam hadits Arbaโin yang ke-15 dibahas tentang indikator-indikator orang yang bisa dikatakan iman kepada Allah dan Hari Akhir. Berikut redaksinya ู
ููู ููุงูู ููุคู
ููู ุจูุงูููู ููุงูููููู
ู ุงูุขุฎูุฑู ูููููููููู ุฎูููุฑูุงู ุฃูู ููููุตูู
ูุชูุ ููู
ููู ููุงูู ููุคู
ููู ุจูุงูููู ููุงููููู
ู ุงูุขุฎูุฑู ููููููููุฑูู
ู ุฌูุงุฑูููุ ูู
ููู ููุงูู ููุคู
ููู ุจูุงูููู ูุงููููู
ู ุงูุขุฎูุฑู ููููููููุฑูู
ู ุถููููููู Man kaan ayu`minu billahi wal-yaumil aakhiri fal-yaqul khairan au liyashmut. Wa man kaana yu`minu billaahi wal-yaumil aakhiri fal-yukrim jaarahu. Wa man kaan yu`minu billahi wal-yaumil aakhiri fal-yukrim dhaifahu. โBarangsiapa beriman kepada ALlah dan hari akhir, maka berkatalah yang baik atau diamlah! Dan barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka muliakanlah tetangganya, dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhit maka muliakanlah tamunya.โ Hadits ini shahih. Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim. Adapun sahabat yang meriwayatkan adalah Abu Hurairah. Sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadits. Ia dijuluki Abu Hurairah Bapak Kucing karena suka memelihara kucing. Nama aslinya adalah Abdurrahman bin Shakhrin. Secara umum hadits ini memberitahukan bahwa indikator iman kepada Allah dan hari akhir adalah. Pertama, berkata yang baik atau kalau tidak bisa maka diam. Kedua, memuliakan tetangga. Ketiga, memuliakan tamu. Syekh Utsaimin dalam syarahnya menulis beberapa pelajaran terkait hadits ini. Pertama, wajib diam, melainkan dalam kebaikan. Kedua, anjuran untuk menjaga lisan. Ketiga, wajib memuliakan tetangga. Masalah teknis pemuliannya dikembalikan pada tradisi masing-masing. Selama tidak menyalahi syariat. Keempat, Islam adalah agama yang ramah, suka mengenal dan dekat dengan yang lain. Kelima, wajib memuliakan tamu. Misalnya menyambutnya dengan wajah gembiri atau senyuman tulus. Selain itu, yang menarik di sini adalah amalan-amalan yang disebutkan dalam hadits ini adalah terkait dengan hubungan sosial kemanusiaan. Bahwa memiliki hubungan sosial yang baik adalah menjadi bagian indikator keimanan seseorang kepada Allah dan hari akhir. Maka dari itu, tidak bisa dikatakan baik keimanan seseorang kepada Allah dan hari akhir jika dia suka berkata kotor dan menyakiti, tak ramah kepada tetangga serta menyia-nyiakan tamu. Aza
hadits arbain tentang iman